Home | Provokasi | Demam Galau

Demam Galau

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Provokasi

Kata “galau” sedang jadi trend saat ini. Seolah-olah kalau punya masalah yang membuat galau jadi keren, karena orang-orang jadi memperhatikan kita. Kitapun lantas membanggakan masalah dengan orang lain. Bisa dikatakan, “galau” adalah narsis gaya baru. Padahal dengan mengumbar kegalauan/masalah, tidak membuat galau/masalah itu selesai.

 

Galau adalah sebuah perasaan, seperti halnya cemas, risau dan khawatir. Perasaan-perasaan yang muncul karena adanya rasa ketidaktahuan dan ketidakmampuan. Contoh, orangtua cemas ketika anaknya belum juga pulang hingga malam. Rasa cemas muncul karena orangtua tidak tahu anaknya ada dimana, dan tidak punya kemampuan untuk mencaritahu keberadaannya dan menemukannya.  

Semua perasaan termasuk galau, tidak negatif, juga tidka positif, melainkan netral. Tinggal bagaimana kita memberi arti terhadpa perasaan tersebut. Namun pada dasarnya, semua perasaan itu baik, jika tepat waktunya, tempatnya, dan  keadaannya.

Contoh: rasa malas bisa membuat orang menjadi kreatif dan inovatif untuk memenuhi rasa malasnya. Lihat saja remote televisi, power window dan persneling matic pada mobil, semua itu untuk memenuhi rasa malas.

Bagaimana dengan galau? Galau adalah pesan akan adanya  sesuatu yang tidak diinginkan. Galau bisa diselesaikanjika kita berpikir akan jawabannya. Meratapi kegalauan, tidak akan menyelesiakan masalah. Untuk itu ketika galau melanda, terima saja, setting permasalahannya, lalu cari jalan keluarnya. Jadikan galau sebagai sumber belajar untuk mengatasi kegalauan berikutnya. (am)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in

as