Home | Smart Happiness | Mimpi

Mimpi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Happiness

Mimpi ada 2: mimpi yang disengaja, dan mimpi yang tidak disengaja (bunga tidur). Kita akan membahas “mimpi yang disengaja”. Mimpi jenis ini adalah mimpi yang bisa kita buat sendiri. Untuk itu sudah seharusnya kita membuat mimpi yang indah bagi diri kita.

Sayangnya banyak orang takut bermimpi, dan lebih senang menjalankan mimpi orang lain. Akhirnya hidupnya terasa hampa, tidak ada semangat, dan tidak bahagia.

Ada 3 fase dalam penciptaan waktu:

1. Fase kreasi mental/mimpi

2. Fase menjalankan mimpi

3. Fase evaluasi

Jika menjalankan mimpi kita sendiri, maka ketiga fase itu akan menghasilkan hapiness (kebahagiaan), karena kita menikmati prosesnya (proses dari  mimpi menjadi kenyataan).

Mimpi menunjukkan adanya potensi terdalam pada diri kita. Memang terkadang orang mentertawakan ketika kita membuat mimpi. Itu karena mereka tidak mengerti arti mimpi kita. Mereka tidak melihatr apa yang kita lihat. Sedangkan kita melihat apa yang mereka tidak lihat. Untuk itu jangan takut bermimpi.

Contoh: Anggun C. Sasmi bermimpi menjadi penyanyi internasional. Untuk mewujudkan mimpinya, Anggun berjuang ke luar negeri dari London hingga ke Perancis, ia memulai semuanya dari nol. Anggun tidak langsung berhasil. Tapi semua tantangan ia hadapi. Mimpi besar membuat tantangan menjadi kecil.

Kita perlu meng-evaluasi, apakah mimpi kita sudah benar. Atau jangan-jangan kita hanya menjalankan mimpi orang lain.   Bahaya terbesar adalah bukan mmpi yang terlalu tinggi dan kita gagal mencapainya. Bahaya terbesar adalah jika kita mimpi terlalu rendah dan kita berhasil mencapainya. Selamat bermimpi…! (am)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in

as